Sembuhkan Kanker Dengan Benalu Teh


www.AstroDigi.com
Di balik keberadaannya yang dianggap merusak tanaman lain, siapa yang mengira jika benalu ternyata berkhasiat melawan penyakit mematikan seperti kanker. Bernama latin Loranthus, Spec. Div, tumbuhan ini memiliki bunga berkelamin tunggal yang biji buahnya mengandung getah.

Hidupnya menempel pada dahan-dahan pohon kayu lain, dan tidak memerlukan media tanah untuk hidup. Itulah sebabnya tanaman ini disebut parasit. Pengembangbiakannya terjadi melalui binatang atau burung yang memakan biji buah benalu tersebut.

Kandungan

Benalu teh, salah satunya Scurulla atropurpurea (BL), adalah tanaman obat yang dikenal masyarakat sebagai penghambat keganasan kanker. Kandungan kimia yang terdapat pada daun dan batang benalu teh ini diantaranya adalah senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, triterpen, saponin dan tanin.

Lewat penelitian diketahui, aktivitas asparaginase dalam benalu teh dapat menghidrolisa asparagin. Asparaginase adalah enzim katalisator yang berperan menghidrolisa asparagin menjadi asam aspartat dan amonia. Sehingga sel kanker kekurangan asparagin yang berakibat kematian sel.

Khasiat

Sudah sejak lama masyarakat diberbagai negara sebenarnya memanfaatkan benalu sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan beragam penyakit. Tak hanya berpotensi melawan tumor dan kanker (payudara, rahim, kulit dan otak), tanaman ini juga dapat sembuhkan penyakit cacar air, cacar sapi, diare, dan cacing tambang.

Jika benalu teh dapat atasi penyakit kanker, maka benalu yang menempel pada pohon jeruk nipis (citrus aurantifolia dari familia tumbuhan rutaceae) dipercaya dapat digunakan sebagai ramuan obat untuk penyakit amandel. Sementara jenis benalu umum berkhasiat sebagai obat campak.
Pengobatan

* Tumor dan Kanker
Sediakan 1-2 batang benalu yang menempel pada 1 pohon teh, 1 batang rumput alang-alang, dan adas palawaras secukupnya. Rebus semua bahan dengan 3 gelas air sampai mendidih, lalu saring. Minumlah ramuan ini 1 kali sehari sebanyak ½ gelas.

sumber:Conectique.com
Category: 0 komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Comment